Zam Zam Square Jalan Raya Condet
+62 813 9800 2220

Menyusuri Sejarah dan Keindahan Jabal Rahmah

Memahami Momen Bersejarah di Padang Arafah

Jabal Rahmah: Sejarah, Makna, dan Pembelajaran

Jabal Rahmah, sebuah bukit kecil yang menarik perhatian banyak peziarah Muslim yang mengunjungi Makkah, terletak di tengah padang Arafah. Sebagai sebuah ikon dari sejarah Islam, tempat ini menjadi penting dalam ibadah haji dan umrah.

Sejarah dan Nama

Jabal Rahmah dalam bahasa Arab secara harfiah berarti “Bukit Kasih Sayang”. Meskipun nama ini dikenal secara luas, bukit ini memiliki beberapa sebutan lain yang mencerminkan sejarahnya. Sebelum dikenal sebagai Jabal Rahmah, bukit ini disebut sebagai Gunung Ilal oleh bangsa Arab. Nama Gunung Arafah juga pernah digunakan oleh seorang shahabat yang mulia, Abdullah bin Abbas.

Ketinggian bukit sekitar 60 meter diukur dari sisi selatan dasarnya hingga ke puncaknya yang dikelilingi oleh batu-batu besar yang saling bertumpuk.

Pandangan Salah Kaprah dan Pembelajaran

Keyakinan tertentu yang beredar di tengah masyarakat, seperti menaiki bukit ini untuk mendapatkan manfaat ibadah haji yang lebih, telah disebutkan keliru oleh Imam An-Nawawi. Sebagian umat bahkan menuliskan nama-nama orang dengan harapan mendapatkan pasangan hidup melalui tindakan tersebut. Namun, hal ini bukanlah praktik yang memiliki dasar dalam ajaran Islam.

Rasulullah sendiri pernah berdiri di kaki bukit Jabal Rahmah. Beliau menyatakan, “Aku menyembelih di sini dan Mina adalah tempat penyembelihan, aku berdiri di sini dan Arafah adalah tempat wuquf, aku berdiri di sini dan Muzdalifah adalah tempat beristirahat.” (HR. Muslim).

Tidak ada petunjuk dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyatakan untuk menaiki Jabal Rahmah di Arafah. Meskipun terlihat bukit ini berubah warna menjadi putih saat hari Arafah karena banyaknya jama’ah haji yang mengenakan pakaian ihram berwarna putih, tidak ada ajaran yang menunjukkan keutamaan khusus dalam menaiki bukit tersebut selama ibadah wukuf di Arafah.

Menurut Fatwa dari Al Lajnah Ad Daimah, komisi Fatwa di Saudi Arabia, tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menaiki Jabal Rahmah atau menjadikannya bagian dari ritual haji. Beliau bahkan bersabda, “Ambillah manasik haji dariku,” tetapi tidak pernah menunjukkan tindakan menaiki bukit tersebut. Para khulafaur rosyidin, sahabat, dan pengikut mereka juga tidak pernah melakukannya karena meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak pernah menaiki Jabal Rahmah.

Imam Nawawi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan Syaikh Shidiq Hasan Khon, di antara ulama besar, menyatakan bahwa menaiki Jabal Rahmah dan menganggapnya sebagai bagian dari manasik haji adalah perbuatan bid’ah yang tidak ada dasarnya dalam Islam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak ada tuntunan dari kami, amalannya tertolak.” (HR. Muslim)

Begitu pula dengan shalat sunnah di tempat wukuf Arafah, tidak ada tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melaksanakan shalat sunnah di Jabal Rahmah. Shalat Zhuhur dan Ashar sebaiknya dilakukan di Masjid Namiroh secara jamak dan qashar. Menggunakan Jabal Rahmah sebagai tempat shalat merupakan bid’ah yang diilhami oleh kejahilan terhadap ajaran Islam.

Oleh karena itu, pada hari Arafah, sebaiknya kita sibukkan diri dengan shalat Zhuhur dan Ashar, berdzikir kepada Allah, memperbanyak tasbih, tahlil, tahmid, takbir, serta berdoa hingga tenggelamnya matahari. Menjadikan Jabal Rahmah sebagai tempat shalat merupakan perbuatan bid’ah yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Semoga Allah memberikan petunjuk yang benar dan keberkahan, serta memberikan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya. (Fatwa ditandatangani oleh Syaikh Ibrahim bin Muhammad Alu Syaikh, Syaikh ‘Abdurrozaq ‘Afifi, Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan, Syaikh ‘Abdullah bin Mani’ – Fatawa no. 16, 11: 206-208)

Syaikh Bakr bin ‘Abdullah Abu Zaid rahimahullah menyampaikan, “Tidak ada kesepakatan di kalangan ulama tentang keutamaan khusus atau adanya ibadah khusus yang terkait dengan gunung ini.” (Sumber: Jabal Ilal bi ‘Arafah, hal. 76)

Beliau rahimahullah juga menegaskan, “Seiring berjalannya waktu, muncul berbagai bid’ah dan inovasi yang terjadi di gunung tersebut setelah masa generasi utama, yaitu para sahabat dan pengikut mereka.” (Sumber: Jabal Ilal bi ‘Arafah, hal. 76)

Penggunaan nama “Jabal Rahmah” (gunung cinta atau gunung kasih sayang) untuk Jabal ‘Arabah tidak memiliki dasar yang kuat. Nama ini bersumber dari kisah yang tidak sahih secara keilmuan, yang menyebutkan bahwa Nabi Adam dan Hawa bertemu di gunung tersebut.

Menggunakan nama “Jabal Rahmah” tidak dapat disahkan karena dua alasan penting:

Pertama, nama ini tidak diakui oleh para ulama yang diakui keilmuannya. Nama yang diakui oleh para ulama adalah “Jabal Ilal” dan “Jabal ‘Arafah”. Nama lainnya dianggap sebagai nama yang dibuat-buat.

Kedua, penamaan tersebut dapat menimbulkan keyakinan yang menyimpang terhadap gunung itu sendiri. Hal ini dapat memicu keyakinan orang awam akan “keberkahan” gunung tersebut dalam konteks mencari cinta atau kelangsungan hubungan rumah tangga. Hal ini mengakibatkan praktik-praktik yang tidak sahih, seperti melempar foto pasangan ke gunung, menulis nama diri dan pasangan pada puncak Jabal ‘Arafah, atau melakukan aktivitas lainnya dengan keyakinan bahwa ini akan memperpanjang keharmonisan rumah tangga. Hal-hal semacam ini adalah keyakinan yang keliru dan harus dihindari serta ditinggalkan oleh umat Muslim. (Referensi: Jabal Ilal bi ‘Arafah, karya Syaikh Bakr bin ‘Abdullah Abu Zaid rahimahullah)

Kesimpulan

Jabal Rahmah tetap menjadi titik penting selama ibadah haji, bukan karena keistimewaan khususnya, melainkan karena kedekatannya dengan padang Arafah yang merupakan lokasi utama wuquf dalam ibadah haji. Namun, menganggapnya sebagai tempat khusus untuk doa atau keutamaan tertentu terkait perjodohan adalah pandangan yang keliru menurut penjelasan dari para ulama.

sumber : remajaislam.com, rumaysho.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tanya Sunna
1
Admin Infoin Yuk
Hubungi Kami
Selamat datang di Sunna Travel & Tour.
Bismillah, tidak lama lagi Anda akan berangkat umrah
Semoga Allah mudahkan.. Aamiin.

Silahkan ajukan pertanyaan Anda...